Kamis, 05 Januari 2012

Review dan Sinopsis Happily Ever After


Kalo dengar film judulnya Happily Ever After pasti kita bakal langsung nebak kalo itu cuma film romance klise.  Kalo film ini??? Hmm... not really.  Ok, langsung gue ceritain sinopsisnya.

Nam (Michelle Wai), ketua OSIS dan Tso Chi (Ken Hung) adalah dua murid yang mempunyai ulang tahun yang sama, hobi yang sama (fotografi) dan belajar di sekolah yang sama.  Anehnya mereka berdua tidak pernah bertemu. Saat ada semacam debat, baru mereka berdua saling mengenal dan menantang satu sama lain dalam lomba fotografi.  Teman Nam yang bernama Chun Man (Carlos Chan) yang akrab dipanggil 'Beethoven' karena suka bermain biola, tampak sedikit cemburu.

Sayang ide Nam dan Tso Chi sama, yaitu memfoto matahari terbit.  Mereka tidak mau mengalah, malah mereka sempat menginap bersama di bukit dan rela berhujan-hujan.  Akhirnya mereka berhasil memfoto matahari terbit.  Alhasil, keduanya menang dan harus berbagi piala.  Di tahap ini, Nam dan Tso Chi mulai menyukai satu sama lain dan Tso Chi berniat mengundang Nam ke pesta ulang tahunnya, tapi tidak berniat mengatakan itu pesta ulang tahunnya untuk surprise.  Beethoven juga hadir.  Nam yang bingung bertanya kepada seorang gadis untuk apa pesta ini, ternyata gadis itu adalah kekasih Tso Chi dan mengatakan itu pesta perpisahan karena Tso Chi akan ke Kanada.  Nam, patah hati dan merasa dipermalukan, pulang tanpa mendengar penjelasan Tso Chi.  Tso Chi menitipkan kadonya kepada Chun Man.  Nam, yang masih sakit hati dan menangis, perlahan membuka kotaknya dan ternyata ada foto-fotonya serta kamera, juga ada surat bertuliskan "aku tidak menyangka ulang tahun kita sama".  Keesokannya saat Nam ingin meminta maaf, Tso Chi sudah ke Kanada.

4 tahun berlalu, di bukit yang sama Nam bertemu lagi dengan Tso Chi saat reunian.  Tso Chi mengatakan gadis yang waktu itu mengaku sebagai kekasihnya sebenarnya hanyalah adik tirinya.  Mereka berdua berciuman dan menjadi pasangan.  Nam memberikan Tso Chi nomor teleponnya serta jadwalnya.  Chun Man juga melanjutkan hidupnya dan bekerja di suatu kafe.  Suatu hari, Nam mengundang Tso Chi tapi Tso Chi tidak kunjung datang.  Saat Nam berniat mencari Tso Chi, ayahnya melarang dengan alasan "bagaimana kalau kau tidak menemukannya?".  Ternyata Chun Man berkata pada ayah Nam kalau selama ini ia tidak pernah melihat Tso Chi walaupun Nam sudah membawanya ke kafe.  

Chun Man juga membawa artikel tentang orang yang hilang di gunung di Kanada dan salah satu korbannya adalah Tso Chi yang masih koma.  Kecelakaan itu tepat terjadi saat reuni, sehingga tidak mungkin Nam bisa bertemu Tso Chi. Ada juga seorang kasir yang mengatakan ia mengingat Nam karena Nam bertingkah aneh dan berbicara kepada dirinya sendiri.  Ada seorang wanita yang mengaku ibunya Tso Chi dan mengatakan ia merasa harus menelpon Nam karena di tangan Tso Chi ada nomor dan jadwal Nam.  Tso Chi sempat sadar, tapi ai terus menyebut nama Nam.  Sayang, 30 menit sebelum ibu Tso Chi menelpon, Tso Chi sudah meninggal.  Tapi, 'hantu' Tso Chi tidak menyadari ia sudah meninggal dan tetap muncul di kehidupan Nam.  Nam tidak peduli kata orang dan terus berhubungan dengan 'hantu' Tso Chi.  Hingga Tso Chi meninggalkannya dan Nam masuk RSJ.  Disini, Chun Man 'menembak' Nam dan diterima, walaupun Nam masih sedih karena ditinggal Tso Chi.  Chun Man juga berusaha melamar Nam di hari ulang tahunnya, tapi adik tiri Tso Chi datang, dan membawa seorang anak yang menerima donor jantung Tso Chi.  Lalu Tso Chi mulai terlihat lagi di balik pintu...

Nah, adegan penutupnya ini aneh.  Jadi Chun Man memfoto Nam sama bapaknya, terus bilang gini "Apakah TSO CHI sudah siap?"  Padahal Tso Chi gak ada, terus waktu difoto, baru kelihatan Tso Chinya....
Ini tuh bittersweet-romance biasa, tapi yang gw suka mungkin akting dan chemistry pemainnya.  Apalagi Ken Hung super ganteng!  Yah, kalo lo suka film ringan, drama, atau romance, gw saranin deh nih film. 6,7/10

 

1 komentar:

  1. Dari covernya patut buat ditonton nih :v
    Kirain Korea~ hehe

    BalasHapus